Mengolah Daging Kambing Empuk dan Anti Bau
Menyoal daging kambing atau sapi untuk dijadikan menu makan terkadang bisa jadi pilihan bergaris keras. Tidak seperti daging sapi, mengolah daging kambing terbilang cukup menantang. Mulai dari menyiasati tekstur hingga mengatasi bau khas daging kambing yang tidak disukai beberapa orang.
Sebagian orang kerap khawatir gagal dalam mengolah daging kambing. Tips-tips berikut bisa dicoba untuk memasak daging kambing agar empuk dan jauh dari bau tak sedap.
1. Buang bagian lemak
Cara mengolah daging kambing yang sehat adalah dengan menghilangkan lapisan lemak yang menempel pada daging. Bau prengus daging kambing bisa membuat selera makan hilang. Rupanya bagian lemak daging menyumbang aroma tak menyenangkan ini. Oleh karena itu, sebaiknya buang bagian lemak sebelum dimasak.
Tapi, tidak perlu membuang lemak sepenuhnya karena lemak juga memberikan rasa gurih. Rasa gurih ini bakal diperlukan untuk masakan berkuah seperti gulai. Sisakan secukupnya.
2. Tidak perlu dicuci
Bahan masakan memang wajib dicuci sebelum diolah. Namun aturan ini tidak berlaku untuk daging kambing. Mencuci daging kambing justru membuat bau amis daging makin tajam.
Sebaiknya langsung mengolah daging semisal dengan menyiapkan air yang dipanaskan, baru kemudian dipindah ke air rebusan bumbu dan rempah.
3. Hilangkan Bau Amis Dengan Jeruk Nipis
Kalau daging kambing sudah terlanjur dicuci, bisa menggunakan perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bakteri dan mengurangi aroma amis. Caranya adalah balurkan perasan jeruk nipis ke permukaan daging. Bau amis berkurang karena jeruk nipis mampu membunuh bakteri. Setelah dibaluri, diamkan daging selama setengah jam lalu bersihkan.
Selain jeruk nipis, garam pun bisa membantu mengurangi bau. Gunakan garam dengan butiran agak kasar dan besar, remaskan pada daging dan diamkan selama sekitar satu jam.
4. Gunakan Nanas atau Daun Pepaya
Di samping masalah bau, daging kambing juga memberikan tantangan soal tekstur. Ada dua cara untuk membuat daging lebih empuk yakni nanas atau daun pepaya. Nanas mengandung bromelain sehingga mampu menguraikan serat-serat daging. Cukup parut satu buah nanas atau menyesuaikan volume daging yang diolah. Remas bersama daging dan diamkan selama sekitar 30 menit.
Alternatif yang lebih murah, gunakan daun pepaya. Enzim papain pada daun pepaya akan membuat daging empuk. Bungkus daging dengan daun pepaya selama satu jam baru olah seperti biasa.
5. Masak Perlahan
Metode slow cook sangat disarankan untuk mengolah daging kambing. Marinasi atau rendam daging dalam larutan bumbu selama semalam suntuk. Ini akan membuat daging lebih empuk dan bumbu lebih meresap baru masak keesokan harinya.
Kemudian rebus bersama rempah. Cara ini termasuk cara pamungkas untuk menghilangkan bau amis. Rebus dengan suhu redah ke medium dengan campuran jahe, serai atau kemangi.
6. Simpan Daging Kambing
Jika
ada sisa daging kambing, bisa disimpan dalam freezer agar tak mudah
rusak. Daging yang sudah dikemas dalam wadah kedap udara, ketika
disimpan dalam freezer bisa bertahan hingga berbulan-bulan.
Tips-tips ini juga bisa diterapkan untuk mengolah daging aqiqoh. Namun jika tidak mau ribet, layanan Aqiqah Karawang siap membantu. Tidak perlu khawatir layanan Aqiqah Karawang menyediakan menu-menu masakan daging kambing anti bau dan dijamin empuk. Banyak varian menu yang siap dipilih di Aqiqah Karawang. Ibadah mudah, keluarga berkah, selera makan bertambah.
Komentar
Posting Komentar